Image Hosted by 
ImageShack.us
Thursday, August 25, 2005

Bandung Baheula... (Old Faces of Bandung)

Here are some old faces of Bandung...
Wew... so many changes have ripped off the beautiful atmosphere out from this city...













Above is a picture of Braga, an old famous street where rich people were used to hang out. There's a bakery and ice cream restaurant/cafe' in the corner which still can be found today. Their ice creams are delicious!!! nyam...nyam...

And this is Aula Timur (part of ITB Campus) right after the construction completed (I guess, it should be dated back to 1920s?). In the back there's a glimpse of Aula Barat, looking as still under construction.


posted by retno@15:38

|

Wonderful morning....

when I wake up and feel the sunshine burning on my face...
fresh from overlong sleep
with nothing in mind
except the joy of life

smile on my face for the whole new world
awaiting for me
since today will not be yesterday
and tomorrow will not be today

I am a baby for tomorrow
a child for today
and a woman for yesterday

posted by retno@09:30

|

How do we see the world?

Good article to read... :)
Diambil dari Kompas online nih...

Jakarta, Rabu

Orang-orang Asia ternyata melihat dunia dengan cara berbeda dibanding orang Amerika Utara atau orang Barat. Demikian hasil penelitian para ilmuwan dari Universitas Michigan.
Para peneliti menemukan, ketika diperlihatkan sebuah foto, para siswa Amerika Utara yang berlatar belakang Eropa memberi perhatian lebih pada objek di bagian muka foto, sementara siswa dari China menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengamati latar belakang pemandangan dalam foto dan mempelajari gambar secara keseluruhan.

Para peneliti yang dipimpin Hannah-Faye Chua dan Richard Nisbett, mengikuti gerakan mata para siswa - 25 orang Eropa Amerika dan 27 orang China - untuk menentukan bagian apa yang mereka lihat dalam foto dan berapa lama mereka fokus pada satu titik tertentu. "Hasilnya, mereka ternyata melihat dunia dengan cara berbeda," kata Nisbett, yang yakin perbedaan ini berakar pada masalah budaya.

"Orang Asia hidup dalam dunia sosial yang jauh lebih kompleks dibanding orang Amerika," ujarnya. "Mereka lebih memperhatikan orang lain dan lingkungannya dibanding kita (orang Amerika). Kita lebih individualis."

Temuan ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Selasa.
Kunci dalam kebudayaan China adalah harmoni, keselarasan, demikian kata Nisbett. Sedangkan di Barat kuncinya adalah bagaimana menemukan cara untuk menyelesaikan sesuatu, sehingga orang Barat kurang memperhatikan hal-hal lain. Orang Asia melihat sesuatu secara keseluruhan, sedangkan orang Barat fokus pada satu hal.

Ini, menurutnya, kembali pada kehidupan ekologi dan ekonomi ribuan tahun lalu.
Di jaman China kuno, para petani mengembangkan sebuah sistem pertanian irigasi. Petani padi harus bekerja sama untuk berbagi air dan memastikan tidak ada yang merugi atau berbuat curang.

Kebiasaan orang Barat, di lain pihak, berkembang sejak jaman Yunani kuno, dimana orang-orang menjalankan pertanian individu, menanam anggur dan minyak zaitun, lalu mengelolanya sebagai bisnis pribadi.

Dari sini sudah terlihat bahwa perbedaan persepsi itu telah muncul sejak 2.000 tahun lalu.
Aristoteles, misalnya, lebih fokus ke obyek. Ia melihat batu tenggelam di air karena gravitasi dan berat jenisnya besar, sedangkan kayu terapung karena berat jenisnya lebih kecil dari air. Namun peneliti ini tidak terlalu memperhatikan air.

Sedangkan orang China menganggap segala sesuatu berkaitan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya mereka lebih memahami gelombang dan magnetisme jauh sebelum orang-orang Barat.

Nisbett menggambarkan ini dengan suatu ujian dimana ia meminta orang-orang Jepang dan Amerika memandang foto pemandangan bawah air lalu melaporkan apa yang mereka lihat.
Hasilnya, orang-orang Amerika akan langsung fokus pada objek-objek paling mencolok dan yang bergerak paling cepat, seperti tiga ikan trout yang berenang. Sedangkan orang-orang Jepang lebih banyak bercerita bahwa mereka melihat arus air, warna air yang hijau, ada bebatuan di dasar, baru kemudian menceritakan ikannya.

Orang-orang Jepang itu memberi informasi latar belakang 60 persen lebih banyak dibanding orang Amerika. Mereka juga memiliki informasi mengenai hubungan antara latar belakang dengan objek-objek lain dua kali lebih banyak dibanding peserta Amerika.

Dalam tes lain, para peneliti mengikuti gerakan mata orang Asia dan Amerika ketika mereka melihat suatu gambar. Orang Amerika segera melihat objek di latar depan - seekor macan tutul di hutan - dan mereka memandangnya lebih lama. Orang China lebih banyak menggerakkan matanya, terutama ke latar belakang. Pandangan mereka maju dan mundur antara objek utama dengan latarnya, seolah mencari hubungan dan keselarasannya.

Nah, kembali ke masalah budaya, penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa budaya memang mempengaruhi cara pandang seseorang. Ketika para peneliti menguji orang-orang Asia yang dibesarkan dengan cara Barat, maka mereka berada pada posisi tengah-tengah antara cara orang Asia memandang dengan cara Amerika. Mereka kadang bahkan lebih condong ke cara Amerika saat memperhatikan gambar.

Ini menunjukkan bahwa budaya mempengaruhi proses persepsi seperti bagaimana seseorang mengendalikan gerakan matanya. Artinya, bagaimana seseorang melihat dunia ternyata tergantung pada cara mereka dibesarkan dan dari mana mereka berasal.

Sumber:
AP
Penulis:
Wsn

posted by retno@08:31

|

Tuesday, August 23, 2005

Pura Besakih

At lastttt.... akhirnya gue ke Pura Besakih juga!
Agak malu juga nih... half balinese tapi belum pernah mengunjungi Besakih hehehe....



Besakih View from top Posted by Picasa
-foto created by Dea-

posted by retno@11:50

|

Monday, August 22, 2005

Sudut Jakarta (1)

Lebar, bersih, rindang, aman.
Ciri-ciri trotoar jalan yang nyaman buat pejalan kaki.

Gak nyangka di Jakarta ini akhirnya ada juga sudut kota dengan trotoar yang manusiawi. Kemarin gue sempat jalan dari Sarinah ke EX, asik banget.... seneng banget... serasa jalan di kota mana gitu.... apalagi kalau pohon-pohonnya sudah rindang.... hmmm.... tinggal tambahkan bangku di beberapa tempat, wah!

Setelah gue perhatikan, ternyata sepanjang jalan thamrin dan sebagian sudirman sudah diberi trotoar seperti itu ya... ini baru namanya memanjakan pejalan kaki! sayang sebagian sudirman sisanya masih amburadul. Okelah, mungkin memang harus bertahap, tapi moga-moga peng"adab"an trotoar ini bakal terus sampai kemana-mana... hehehe...

Capek juga lho... kalau jalan harus seperti manusia karet, meliuk ke kanan kiri, naik turun, menghindari orang (saking sempitnya), lobang sampai lapak dagangan...

posted by retno@08:21

|

Friday, August 19, 2005

Electricity, badly needed!

So yesterday was a "great" day for entire population in Java and Bali.
Never in our history, we experienced massal electricity cut off in the same time, for hours. Not in minutes, but hours.

I was sitting in my office, trying to finish "computer training pre-test" as fast as I could. And suddenly it's down. Never mind with the computer, I was using my laptop and still some power's left, enough for at least another 1-2 hours. What I couldn't stand was the heat!

This surprised me since I generally hate air conditioner, especially in car, makes me really sick and wanna throw up. And I am a person who loves my office room so much, just because it's all for me and I can shut down the AC anytime I want to without having to fight with other person. I'd rather be put under snow (i love snow!), cold weather is fine for me, but Air Conditioner is pretty much like a "canned air".

But at that time, the heat got into me so much that I wasn't able to finish a very easy test in shortest time! It reminded me of those people who are so used to with AC, wherever they go, wherever they are. In car, office, shopping mall, and even at home. Could they live if there is no AC? Do they realize how much it consumes electricity?

I first guessed it was a local shut down, but when I went out from the office, traffic jam was everywhere! even in streets where it is usually clear enough. Turn out that the entire city, no.... the entire Java - Bali islands, more than 100 million people (is it right? ), was cut off from electricity!

This is in fact not a problem that came from nowhere. This is a hidden problem that should have been known and solved from at least 5 years ago. What the hell the previous goverment had been doing!

Anyway, me just wonder, how's the world going to be if there is no electricity at all. We've been so much used to and we're getting more and more dependent on it....

posted by retno@14:51

|

Krisis = Shopping Mall baru

Katanya negara ini lagi krisis ya....

Tapi kok makin banyak shopping mall ya... dan tetap aja rame'.
Di Jakarta aja, ada berapa tuh mall baru:
- Pondok Indah Mall II (siang ini baru nyambangin.... cepet banget jadinya... ck..ck..ck.. cipularang juga kalah cepet deh... :D)
- Mall baru deket Ratu Plaza (apa ya namanya...)
- Points di Lebak Bulus (wah Giant vs Carrefour... perang tanding nih ceritanya, langsung hadap-hadapan gitu lagi! makin kegusur aja deh pasar tradisional....)
- Mall baru di seberangnya Senayan Trade Centre (gak tau juga namanya)
- Cibubur Junctions (eh ini udah bukan Jakarta yah? hehehehe)

Yang hebat memang PIM II. Lebih cepet jadinya daripada jalan underpass di depannya... wah... ternyata kalau untuk urusan bikin mall, banyak pengusaha yang lebih semangat ya.... dibanding bikin jalan baru....

Coba kalau semua investor mal-mal baru itu disuruh kumpulin dana... kira-kira cukup gak ya buat bantu mendanai monorel yang sebenarnya sudah sangat dibutuhkan itu... (ini baru "red alert!!!").... habis, bosen juga cuma lihat tiang-tiangnya saja dipancang di sana sini.... hehehe....

posted by retno@14:23

|

Sinetron jiplakan!!

duh... kapan ya bangsa ini bisa bikin cerita sinetron yang gak jiplakan....

kemarin gue nonton film korea judulnya "Glass Shoes"...
bikin kaget.... habis, ceritanya sama persis dengan sinetron "Liontin" di tv indo (lupa deh gue tipi mana). padahal gue sempet suka sama ni sinetron cos pemainnya bagus (anak2nya Lidya Kandouw n Jamal Mirdad)....

oh my god.... ternyata itu jiplakan juga yaaaaa.... atau mungkin seperti penulis/sutradara sitkom baru "So What Gitu Loh!!" yang ngakunya "terinspirasi" dari Friends padahal ini maksudnya "menjiplak habis" Friends!!!

sedih... sedih... apa kita segitu gak kreatifnya ya....

posted by retno@11:11

|

Untuk apa sih kita kerja???

Uang?
Keluarga?
Jabatan a.k.a kedudukan?
Prestise?
Penghargaan?

what else???


atau... bukan untuk apa?? (habis... setiap orang kerja...masak kita enggak, gitu?)

posted by retno@10:18

|

Updated: buku yang lagi dibaca...

Yesterday was one of the rare days for me... i was able to get out from work when the sun's still smiling over top of my head... hehehe... Biasanya kan lembur terus nih, always be the latest in office... bah... am i such a dedicated employee? i'm still too young!

Nah, yesterday i planned a meeting in the afternoon with pertamina guy. it'd be a short meeting, i was crossing my fingers. Kayaknya sih selesai sebelum jam 4 cos people in Pertamina tuh tango banget! a.k.a selalu pulang tepat waktu... hehehe.... (kebalikan banget deh sama gue... hiks). Jadilah dengan seribu justification, gue bisa bilang santai kalau ditanya, balik lagi gak ke kantor.... "ya gak lah.... jauh banget kan dari Monas ke Pondok Indah.... mending gue pulang aja langsung...huehehehe". Dan dengan seribu justification yang laen, "naik taksi nih, gak pake mobil kantor, jadi gak bawa laptop pulang.... klo ada apa2, besok aja ya pakkkkk".

Kelar meeting, inget sama temen yg kerja di Pertamina juga... so mampirlah gue ke kantornya plus ke kostnya... hehehe.... dan hasil ngulak ngulik kamar kost ntu anak n temen kostnya, i found some interesting books:

Gue terus terang masih sedikit alergi sama chicklit indonesia... atau even novel (sastra) indonesia karya pengarang2 baru ntu. Setelah percobaan pertama dengan Saman yang kurang berhasil (gue gak bisa nikmatin aja ni buku.... dunno why) dan percobaan kedua dengan Supernova yang "biasa-biasa" aja (nothing to hook me down), kayaknya masih jauuuhhh banget dibandingin buku-bukunya Umar Kayam, Arswendo (oh yea, gue pengoleksi seri Satria Pamungkas), atau NH Dini....

Tapi kemarin gue nemu buku yang menurut gue v.smart and recommended banget... Judulnya 'Bertanya atau Mati' karya Isman H. Suryaman... smart comedy. Gue bakal review buku ini lebih jauh setelah kelar bacanya (ini masih lompat2 beberapa bab).

Buku lain yang gue pinjem.... Tenth Insight, lanjutan "Celestine Prophecy". Gue inget banget dulu pertama baca Celestine Prophecy waktu masih kuliah... penasaran karena sempat diulas di Kompas kalau di Jakarta sampai diadakan seminar khusus membahas tentang buku ini. Interesting way of thinking, tapi ya.... agak ga realistis aja buat gue. But still fund to read. Nah, i thought I hadn't read the Tenth Insight, its sequel, but after I read couple pages... turn out i actually did. Jadi gak semangat lagi deh baca sampai tuntas...

posted by retno@09:53

|

Monday, August 15, 2005

'repairing mode'

ehm.. ehm...
at last... got some time to fix this layout... dunno what happened, the blogbody got so messed up... by itself!!!!

i'm actually pretty bored now with this layout... but can't find another nice one.

any recommendation guys? where to look? simple but chic freeware? thank uuuuu.... :)

posted by retno@15:01

|