Image Hosted by 
ImageShack.us
Tuesday, May 31, 2005

Resensi Buku: Veronika Decides to Die

Sejak baca the Alchemist, aku jadi sedikit "ketagihan" buku-bukunya Paulo Coelho.
Ini buku keempat yang aku baca, sesudah the Alchemist, By the River Piedra I sat and wept, dan Eleven Minutes.

Keempat buku itu bisa diibaratkan satu garis, intinya sama (tentang proses pencarian diri) tapi dengan rasa yang berbeda-beda. Journey for everyone is unique and will never be the same.

Veronika Decides to Die bicara soal pencarian diri seseorang yang dikatakan "tidak waras" dan mereka yang merasa dirinya "waras". Melalui sebuah institusi mental, orang berusaha mencari jawaban "am I insane?". Di tempat itu, Veronika dan teman2nya merasa bebas mencari jawaban karena "ruang" untuk menjadi "insane" memang disediakan dan juga ditolerir, bebas dari kungkungan norma-norma masyarakat yang "sebenarnya" belum tentu benar (mengenai hal ini aku gak sepenuhnya setuju dengan pemikiran Paulo).

Pada akhirnya mereka menemukan gairah untuk hidup dengan prinsip baru: "I have to be crazy sometimes in my life to find the passion".

Memang benar juga, terkadang antara perbuatan yang waras dan tidak waras itu tipis sekali bedanya dan banyak ditentukan oleh masyarakat. Coba saja bayangkan, jika jaman dahulu - masanya orang tuaku - (ini kata my dear Dad), orang yang melanggar aturan atau korupsi dianggap "gila", jaman sekarang justru orang yang mencoba konsisten berpegang pada hati dan menolak ikut-ikutan korupsi yang dianggap "gila". Jadi karena norma-norma di masyarakat ini sudah banyak yang berubah, antara "waras" dan "gila" pun sudah bertukar tempat. Hebat bukan!

posted by retno@09:14

|

Evolusi

Charles Darwin berteori semua mahluk di dunia ini mengalami evolusi.

Bagaimana dengan manusia?
Apakah kita saat ini berada di tengah-tengah proses evolusi?
Ataukah proses itu sudah berakhir dan kita sedang berada di puncak peradaban?
Apa yang akan terjadi sesudahnya? another darkness seperti di masa abad pertengahan? atau masa pencerahan yang luar biasa sebelum Kiamat datang?

Apakah evolusi itu hanya bersifat fisik atau juga moral/mental/budaya (what ever you may call it, the "inmaterial" thing)?

posted by retno@09:06

|

Monday, May 30, 2005

Save My Soul

Now I'm sitting in the corner of my room
Staring through the window, watching the sun goes down
And the shadow starts to creep in across the floor
In this loneliness I'm crying in my bed

And the rain begins to fall down on me
As sadness grows deep down inside me
And I feel a little insecure right now
I am crawling, looking for a place to hide

And where have all my lights gone
For I need to find the way out of here
In my every breath I am chanting your name
Give me strenght, so I can save my soul

My mind keeps telling me to hold on
And say I have to be a real man
I'm still wondering if I ever find my way
That leads me to your lights and to your grace

And where have all my lights gone
For I need to find the way out of here
In my every breath I am chanting your name
In my every breath I am hoping I can find a way
to save my soul


- by Fadly-Padi -

posted by retno@17:38

|

Sunday, May 29, 2005

Cinta dalam Keheningan

Pernahkah kau temukan cinta dalam keheningan?
Dalam ketenangan
Dalam diam?

Ketika bahasa tidak lagi berperan
Ketika kebersamaan tidak lagi bersuara
Ketika keheningan justru menghadirkan

'ikatan rasa'
'jalinan batin'
'pengertian'
'pemahaman'
'kata hati'
'kedamaian'

yang jauh lebih kuat
dari suara dan sentuhan

Cinta dalam keheningan
Apakah itu cinta sejati?

Pernah kau temukan?

posted by retno@14:37

|

Tuesday, May 03, 2005

Bunyu oh Bunyu....

Seminggu ini gue dinas ke Bunyu... pulau terpencil di ujung Kalimantan Timur... tempat Pabrik perusahaan gue. Ada teman yg bilang, asik dong jalan2... wah jalan2 apanya. Walopun gue datang buat ikut acara Ultah perusahaan, tetap aja gak bebas dari kerjaan.

Tiap kali gue ke Bunyu (and this is my third time), adaaaa aja trouble. Yang pertama kali, gue sempat terlantar di pelabuhan berjam2. Kedua kali, gue terlantar di bandara Tarakan. Ketiga kalinya, koper gue ketinggalan di bandar Tarakan... hiks.... Eh, begitu sampe, Notebook gue rusak dan terpaksa dirawat inap di IT, padahal baru sampe di Bunyu aja Bos udah ngasih kerjaan. Bener2 frustasi deh....

Ternyata ikut rapat dr jam 8 pagi sampe jam 4 sore terus-menerus cukup bisa bikin puyeng kepala... ngantuknya itu lho... gak kuaaattttt......

posted by retno@17:49

|