Saturday, November 27, 2004
Dan Damai di Bumi! (Und Friede auf Erden!)
Iseng-iseng buka Kompas hari ini, ada ulasan ttg karya Karl May "Winnetou". agak pusing sih bacanya krn tinjauannya "sastra & humanis" banget. tp jadi inget dulu di detik.com dimuat jg seri Winnetou cuma gak pernah baca (bacanya Kho Ping Ho aja sih...hehehe).
Jadi inget jg sama buku Karl May yg udah berbulan2 lalu dibeli: Dan Damai di Bumi! atau judul aslinya dlm bhs Jerman "Und Friede auf Erden!". belum sempat dibaca smp selesai, klo gak salah baru sekian halaman gitu....
gara2 ulasan di Kompas, jd tertarik menyelesaikan buku ini...lagipula sayang jg kan udah dibeli gak dibaca....
i didn't expect to read what i'm reading now....this book is really a great book, touching & inspiring, teaching simple but principle things that most of us tend to forget or simply ignore.
that human is both equal and unique. and great people are those who have great heart, understanding and love.
hal 140:
- diceritakan bahwa sang Narator dalam perjalanannya ke Mesir, selalu memberi uang kecil kepada setiap orang buta yang ditemuinya di jalan. perilaku semacam ini adalah sesuatu yang jarang ditemui pada seorang asing terutama orang Barat. segera saja sang Narator dikenal sebagai "si Almani (Jerman) yang memberi semua orang buta", sampai2 dijadikan bahan pembicaraan di pertemuan orang buta tahunan. salah satu orang buta tsb begitu inginnya mendengarkan suara "si Almani" itu sampai2 dia datang berkali-kali menunggu di dekat hotel tempat si Almani menginap. orang buta itu adalah ayah dari pelayan sang Narator yg bernama Sejjid Omar.
- sang Narator menceritakan pertemuannya dengan orang buta itu (tanpa mengetahui kalau dia adalah ayah dari Omar):
"Ia duduk di dekat tempat mangkal, di pagar Ezbekije, orang tua berpakaian bersih dengan janggut kelabu. Saya memberikan sesuatu dan ia tidak mau menerimanya, karena ia bukan pengemis. Saya menyimpannya kembali, lalu kami pun bercakap-cakap."
(Omar)
"Ya, ia sangat senang justru karena Sihdi bersedia menerima kembali pemberian Sihdi. Sekeping uang perak bernilai besar. Dan ia lebih senang lagi ketika mendengar ucapan Sihdi selanjutnya: 'Uang ini telah saya berikan kepadamu sehingga menjadi milikmu, sekarang engkau memberikannya kepapa saya, dan saya mengucapkan terima kasih, sebab kita telah saling memberi hadiah". Setelah itu Sihdi tidak pergi, melainkan duduk bersamanya di tepi jalan dan bercakap-cakap dengannya. Sihdi berbicara tentang kebutaan yang lebih parah daripada kebutaan jasmani, dan tentang mata hati, yang pada orang buta justru lebih tajam dan terang dibandingkan pada orang yang melek. Sihdi bercerita mengenai langit dan bintang-bintang, yang sebelumnya tidak diketahui orang itu, padahal semuanya tersimpan di dalam hatinya tanpa disadari olehnya. Dan ketika Sihdi menyalaminya dan pergi setelah satu jam, ia memperhatikan suara langkah Sihdi sampai tak terdengar lagi, dan ia merasa seolah-olah dapat melihat, karena langit dan bintang yang Sihdi bicarakan telah muncul dalam dirinya, dan sampai hari ini pun ia masih menikmati keindahannya, meskipun di luar matanya semuanya gelap!"
oh i feel ashamed with myself....i've been blind all my life!
posted by retno@18:49
Tuesday, November 23, 2004
Friday, November 19, 2004
Thursday, November 11, 2004
Monday, November 08, 2004